200 Pengasuh Pesantren se-Indonesia Ikrar Jaga NKRI dan Pancasila

Sejumlah santri dari Pondok Pesantren Ashabul Kahfi membawa bendera Merah Putih besar saat mengikuti pawai Hari Santri Nasional 2017 di Gunungpati, Semarang (22/10). (Liputan6.com/Gholib)

Liputan6.com, Jakarta – Sebanyak 200 pendidik dari berbagai pondok pesantren membentuk organisai Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia disingkat (P2I).

Dibentuknya organisasi ini bertujuan untuk membangun kualitas pendidikan pesantren

“Agar memiliki daya saing kuat dan setara dengan satuan pendidikan lainnya di tingkat nasional. Serta dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul, terampil, berakhlak mulia dan berkhidmat untuk kesejahteraan bangsa,” ujar Ketua P21 HM Tata kepada Liputan6.com, Sabtu, 6 Januari 2018.

Tata mengatakan gerakan ini bermunculan atas aspirasi pengasuh pesantren sehingga dapat bergerak secara nasional dan internasional.

“Bagaimana kami bisa menghimpun para pengasuh pesantren di Indonesia, untuk menampung aspirasi pemikiran dan membahas berbagai persoalan yang muncul baik secara nasional maupun internasional, maka diperlukan adanya organisasi tersebut,” ungkap Tata.

Pengasuh Pesantren (P2I) adalah organisasi yang didirikan oleh para praktisi pesantren yang terlibat langsung sebagai pengasuh pondok pesantren.